Minggu, 29 September 2013


PROTAP KLINIK SANITASI

A.        TUJUAN
1.    Tujuan umum
     Meningkatkan mutu pelayanan klinik sanitasi di Puskesmas
2.    Tujuan khusus
2.1.   Petugas klinik sanitasi tahu dan mampu melaksanakan kegiatan klinik sanitasi
2.2.   Petugas klinik sanitasi mampu menggali dan menemukan masalah lingkungan dan perilaku yang berkaitan dengan penyakit berbasis lingkungan. 
2.3.   Petugas klinik sanitasi mampu memberikan saran tindak lanjut perbaikan lingkungan dan perilaku yang tepat sesuai dengan masalah.
B.           RUANG LINGKUP
1.    Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air, meliputi penyakit diare, Demam berdarah, malaria dan kulit.
2.    Penyakit-penyakit yang penularannya berkaitan dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang jelek antara lain ISPA dan TB Paru.
3.    Penyakit-penyakit yang penyebabnya atau cara penularannya melalui makanan antara lain : diare, kecacingan dan keracunan makanan.
4.    Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan bahan kimia dan pestisida di rumah tangga
C.           DEFINISI
1.    Klinik sanitasi
Merupakan suatu upaya/kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan antara promotif, preventif dan kuratif  yang difokuskan pada penduduk yang berisiko tinggi untuk mengatasi masalah penyakit berbasis lingkungan dan masalah kesehatan lingkungan pemukiman.
2.    Anammesa
     Wawancara terhadap pasien atau keluarganya mengenai :
    Keluhan utama
    Keluhan tambahan
    Riwayat penyakit terdahulu
    Riwayat penyakit keluarga
    Lamanya sakit
    Kondisi lingkungan
    Sarana sanitasi yang digunakan
3.    Konseling
     Komunikasi antara dua orang atau lebih antara petugas konseling dan pasien/klien yang memutuskan untuk bekerjasama sehingga pasien dan klien dapat mengenali dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan secara  mandiri maupun dengan bantuan pihak lain.
D.           KETENTUAN UMUM
1.    Kriteria utama penderita penyakit berbasis lingkungan yang dirujuk ke klinik sanitasi  :
1.1.       Pasien menderita penyakit yang diduga kuat berkaitan dengan faktor lingkungan : diare, DBD, Malaria, Penyakit kulit, Penyakit Kecacingan, TB Paru
1.2.       Pada kunjungan sebelumnya pasien pernah menderita penyakit yang sama (berulang)
1.3.       Dalam 1 keluarga terdapat 2 orang atau lebih menderita penyakit yang sama. Khusus untuk penderita TB Paru BTA +, Malaria dan DBD harus dirujuk ke klinik sanitasi
1.4.       Adanya kecendrungan jumlah penderita meningkat atau potensial KLB
E.           URAIAN PROSEDUR
1.    Menerima rujukan dari BP/KIA/Gizi.
2.    Mempelajari kartu status/rujukan tentang diagnosis oleh petugas poloklinik
3.    Menyalin dan mencatat nama penderita atau keluarganya, karakteristik penderita yang meliputi umur, jenis kelamin, pekerjaan, alamat serta diagnosis penyakitnya ke dalam buku register.
4.    Melakukan konseling dengan penderita/keluarga tentang kejadian penyakit, keadaan lingkungan dan perilaku yang diduga berkaitan dengan kejadian penyakit yang mengacu pada buku ‘Pedoman Teknis Klinik Sanitasi untuk Puskesmas dan Panduan Konseling Bagi Petugas Klinik Sanitasi di puskesmas.
5.    Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan atau perilaku yang berkaitan dengan penyakit yang diderita.
6.    Memberikan saran tindak lanjut sesuai permasalahan.
7.    Bila diperlukan, membuat kesepakatan dengan penderita atau keluarganya tentang jadual kunjungan lapangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar