Senin, 30 September 2013

Refresing...


 Lahirnya Kesaktian Pancasila

A. Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara

Kedudukan pokok Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)adalah sebagai dasar negara. Pernyataan demikian berdasarkan ketemtuan Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan sebagai berikut :…”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Kata “berdasarkan” tersebut secara jelas menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar dari NKRI.  Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara ini merupakan kedudukan yuridis formal oleh karena tertuang dalam ketentuan hukum negara, dalam hal ini UUD 1945 pada Pembukaan Alenia IV. Secara historis pula dinyatakan bahwa Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa (the founding fathers)  itu dimaksudkan untuk menjadi dasarnya Indonesia merdeka.
Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman normatif  bagi penyelenggaraan bernegara.
Konsekuensi dari rumusan demikian berarti seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai Pancasila. Penyelenggaraan bernegara mengacu dan memiliki tolok ukur, yaitu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan.[1]

Minggu, 29 September 2013




Para Pemimpin-pemimpin Bangsa

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

                                  SOEKARNO                              SOEHARTO                             BJ. HABIBIE


                                   ABDURRAHMAN                          MEGAWATI                        SUSILO BAMBANG
                                                     WAHID                             SOEKARNO PUTRI                      YUDHOYONO


 WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PROTAP KLINIK SANITASI

A.        TUJUAN
1.    Tujuan umum
     Meningkatkan mutu pelayanan klinik sanitasi di Puskesmas
2.    Tujuan khusus
2.1.   Petugas klinik sanitasi tahu dan mampu melaksanakan kegiatan klinik sanitasi
2.2.   Petugas klinik sanitasi mampu menggali dan menemukan masalah lingkungan dan perilaku yang berkaitan dengan penyakit berbasis lingkungan. 
2.3.   Petugas klinik sanitasi mampu memberikan saran tindak lanjut perbaikan lingkungan dan perilaku yang tepat sesuai dengan masalah.
B.           RUANG LINGKUP
1.    Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air, meliputi penyakit diare, Demam berdarah, malaria dan kulit.
2.    Penyakit-penyakit yang penularannya berkaitan dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang jelek antara lain ISPA dan TB Paru.
3.    Penyakit-penyakit yang penyebabnya atau cara penularannya melalui makanan antara lain : diare, kecacingan dan keracunan makanan.
4.    Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan bahan kimia dan pestisida di rumah tangga

Sabtu, 28 September 2013

Hasil IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat)
Terhadap Pelayanan Publik di Puskesmas Karangrejo Th 2013




A.       Ruang Lingkup
Pelaksanaan kegiatan pengukuran IKM dilaksanakan di Puskesmas Karangrejo  pada tanggal 17 -21 Juni 2013 terhadap responden yang menjadi pengunjung pada Puskesmas Karangrejo.
B.       Langkah-langkah Penyusunan IKM
1.      Persiapan
Meliputi kegiatan :
a.       Penetapan pelaksanaan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Karangrejo.
b.      Penyiapan bahan berupa kuesioner serta alat yang digunakan.
c.       Penetapan jumlah responden minimal 150 orang dari jumlah populasi penerimaan layanan dengan dasar (“Jumlah unsur” + 1) x 10 = Jumlah. Jadi Responden (14 + 1 ) x 10 = 150 orang (Kategori data analisis oleh Fredman).
d.      Penentuan tempat pelayanan yaitu Unit Pelayanan Rawat Jalan (UPRJ).
e.       Pembekalan tim pelaksana Survei.

2.      Pelaksanaan Pengumpulan Data
Data yang diperolah dalam kegiatan ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara tatap muka  (Face to face interviews) dengan menggunakan kuesioner terstruktur yaitu 14 unsur pelayanan yang telah ditetapkan, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kuesioner yang telah terkumpul untuk dilakukan diediting.
Pengumpulan data dilakukan memalui survei atau penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang menjadi pelanggan dari instansi pelayanan umum tersebut, dengan jumlah responden  adalah 150 ( Seratus Lima Puluh ) orang.             
Kegiatan penyebaran kuisioner telah dilaksanakan tanggal 17 sampai 21 Juni 2013.
Kriteria responden IKM adalah pengunjung atau penderita yang datang untuk mendapatakan pelayanan  kesehatan pada Puskesmas Karangrejo.
Responden dipilih secara Simple Random sampling dari semua pengunjung Puskesmas Karangrejo yang masuk kriteria responden di tiap unit pelayanan.