Jumat, 22 Maret 2013

KLINIK SANITASI


Upaya kesehatan dibidang Kesehatan Lingkungan dimaksudkan juga sebagai pencegahan timbulnya suatu penyakit yang berhubungan dengan lingkungan diantaranya malaria, diare, kecacingan, dll.
Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati bila terjadi suatu penyakit. Untuk itu diperlukan adanya perilaku hidup bersih dan sehat.
Kegiatan dibidang Kesehatan Lingkungan meliputi pemeriksaan sarana air bersih, tempat-tempat umum, pemeriksaan warung/rumah makan, pemeriksaan jentik pada tempat penampungan air di rumah penduduk, dan penyuluhan yang dikaitkan dengan penyakit yang diderita oleh pengunjung Puskesmas, dalam hal ini pengunjung Puskesmas yang sakitnya berkaitan dengan kesehatan lingkungan, diberikan penyuluhan oleh petugas Sanitasi pada Klinik Sanitasi Puskesmas.

KLINIK SANITASI

A. LATAR BELAKANG
Menurut ahli kesehatan HL. Bloom derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu : lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan.
Sampai saat ini diketahui bahwa permasalahan penyakit terbanyak yang terdapat di wilayah kerja puskesmas di dominasi oleh penyakit-penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan.
Disamping itu upaya pengobatan penyakit dan upaya perbaikan lingkungan dikerjakan secara terpisah dan belum terintegrasi dengan upaya terkait lainnya. Petugas paramedis/medis mengupayakan pengobatan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan peruamahan/pemukiman pasien, disisi lain petugas kesling mengupayakan kesehatan lingkungan tanpa memperhatikan permasalahan penyakit/kesehatan masyarakat.

B. PENGERTIAN
Klinik sanitasi merupakan suatu wahana untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat melalui upaya terintegrasi antara kesehatan lingkungan pemberantasan penyakit dengan bimbingan, penyuluhan, dan bantuan teknis dari petugas Puskesmas. Klinik Sanitasi bukan sebagai unit pelayanan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian intergral dari kegiatan Puskesmas, bekerjasama dengan program yang lain dari sektor terkait di wilayah kerja Puskesmas.
Pasien adalah penderita penyakit yang diduga berkaitan dengan kesehatan lingkungan yang dirujuk oleh petugas medis ke Ruang Klinik Sanitasi
Klien adalah masyarakat umum bukan penderita penyakit yang datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi tentang masalah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.

C. TUJUAN KLINIK SANITASI
Umum
Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif dan kuratif yang dilakukan secara terpadu, terarah, dan tersusun secara terus-menerus.
Khusus
1. Meningkatlkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat (pasien dan klien) serta masyarakat disekitarnya akan pentingnya lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Masyarakat mampu memecahkan masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan.
3. Terciptanya keterpaduan antar program-program kesehatan dan antar sektor terkait yang dilaksanakan di Puskesmas dengan pendekatan secara holistik terhadap penyakit-penyakit berbasis lingkungan.
4. Meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit-penyakit berbasis lingkungan melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) secara terpadu (PWS terhadap lingkungan dan penyakit)

D. SASARAN
1. Penderita Penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan yang datang ke Puskesmas
2. Masyarakat umum (klien) yang mempunyai masalah kesehatan lingkungan yang datang ke Puskesmas. Lingkungan penyebab masalah bagi penderita/klien dan masyarakat sekitarnya.

E. RUANG LINGKUP
1. Penyakit dan penyehatan air bersih/jamban dalam rangka pencegahan penyakit diare, kecacingan, dan penyakit kulit.
2. Penyehatan perumahan/lingkungan dalam rangka pencegahan penyakit ISPA /TB-Paru/Demam Berdarah/Malaria.
3. Penyehatan lingkungan kerja dalam rangka pencegahan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan/akibat kerja.
4. Penyehatan makanan/minuman dalam rangka pencegahan penyakit saluran pencernaan / keracunan makanan.
5. Pengamanan pestisida dalam rangka pencegahan keracunan pestisida.
6. Penyakit atau gangguan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan.

F. KEGIATAN KLINIK SANITASI
1. Di dalam gedung
Semua pasien yang mendaftar di loket setelah mendapat kartu status seterusnya diperiksa oleh petugas paramedis/medis Puskesmas. Apabila di dapatkan penderita penyakit yang behubungan erat dengan faktor lingkungan, maka yang bersangkutan dirujuk ke ruang klinik sanitasi. Kalau klien, setelah mendaftar di loket, mereka langsung ke ruang Klinik Sanitasi untuk mendapatkan bimbingan teknis. D ruang Klinik Sanitasi, sanitarian/tenaga kesling akan melakukan wawancara dan konseling yang hasilnya ditulis dalam Kartu Status Kesehatan Lingkungan. Selanjutnya sanitarian/petugas kesling membuat janji kunjungan ke rumah pasien/klien
2. Di luar gedung
Kegiatan di luar gedung ini adalah kunjungan rumah/lokasi sebagai tindak lanjut kunjungan pasien/klien ke Puskesmas (Klinik Sanitasi). Kunjungan ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin yang lebih dipertajam sasarannya, sesuai hasil wawancara pasien/klien dengan sanitarian pada waktu di Puskesmas.



Kamis, 21 Maret 2013

Seputar Katarak Mata

Katarak merupakan suatu jenis penyakit mata yang dicirikan dengan adanya noda putih seperti awan pada lensa mata. Pada lensa mata normal banyak mengandung air dan pasokan oksigen yang cukup, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Sel-sel baru pada lensa mata akan selalu terbentuk. Banyak faktor yang menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, kasar dan pejal. Lensa mata yang tidak normal tidak dapat meneruskan cahaya ke retina mata untuk diproses dan dikirim kembali melalui syaraf optik ke otak.

Penderita katarak banyak didera di negara-negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia, bahkan di Indonesia sendiri penderita katarak telah mencapai 2.000.000 orang dan akan terus bertambah 240.000 jiwa per tahunnya. Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan permanen. Hal tersebut didukung oleh faktor usia, radiasi dari sinar ultraviolet, kurangnya gizi dan vitamin serta faktor tingkat kesehatan dan penyakit yang diderita.
Katarak dapat mempengaruhi perubahan pada lensa mata yang sebelumnya terlihat jernih dan masih dapat melihat dengan normal. Penderita katarak akan mengalami gejala-gejala umum seperti penglihatan mulai kabur, kurang peka dalam menangkap cahaya sehingga cahaya yang dilihat hanya berbentuk lingkaran semu, lambat laun akan terlihat seperti noda keruh berwarna putih di bagian tengah lensa, kemudian penderita katarak ini akan sulit menerima cahaya untuk mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.
Katarak pada umumnya diderita oleh mereka yang telah berusia lanjut diatas usia 50 tahun keatas, namun tak menutup kemungkinan katarak dapat didera oleh bayi yang baru lahir karena cacat bawaan, mungkin dikarenakan oleh sang ibu teridentifikasi suatu virus ( rubella ) di masa kehamilannya.

Penyebab Dan Cara Pengobatan Penyakit Mata Katarak

Paling sering yang menjadikan penyebab terjadinya katarak adalah karena usia bertambah dan adanya penyakit terkait yang dimiliki seseorang yang mempengaruhi mata yang menimbulkan gejala penyakit katarak, selain itu juga karena faktor genetika ( keturunan ).
Menurut data yang diperoleh penderita mata katarak paling banyak ditemui pada saat seseorang memasuki usia lanjut, bahwa lebih dari 90 % mereka yang berusia 65 tahun keatas menderita katarak dan sekitar 55 % mereka yang berusia 75-85 tahun keatas mengalami penurunan kemampuan penglihatan akibat dari gejala katarak. Katarak dapat diobati dan diperkecil, namun saat ini katarak masih menjadi faktor utama penyebab kebutaan di dunia.
Banyak diantara penderita katarak tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gejala atau bahkan mengidap penyakit mata katarak. Gejala pada katarak berjalan begitu perlahan namun pasti akan membuat penglihatan seseorang menjadi kabur atau bahkan hilang. Seseorang baru akan mengetahui dan menyadarinya, apabila katarak tersebut telah memasuki stadium akhir setelah 3-5 tahun kemudian.
Pada mulanya penderita katarak mengalami beberapa gangguan kecil seperti penyakit mata lainnya seperti gatal-gatal pada mata, mata sering berair , jika pada malam hari mata mulai melemah dan tak mampu melihat dan tidak dapat menahan silau cahaya atau kontak langsung dengan cahaya, mata dan kepala akan langsung terasa sakit. Lambat laun mata akan menunjukkan noda putih pada bagian tengah lensa mata meski tidak seluruhnya menutupi lensa mata, noda putih atau katarak akan menutupi bagian lensa mata ketika katarak dinyatakan memasuki stadium akhir atau parah. Penderita katarak akan kehilangan kemampuan dalam penglihatan.

     

Gejala atau tanda-tanda umum gangguan dari mata katarak, meliputi :
1. Pandangan mata atau penglihatan terlihat samar atau kurang jelas sehingga tidak mampu melihat atau membaca objek
2. Sensitif terhadap pancaran cahaya atau sinar
3. Jika melihat objek benda atau cahaya hanya dengan satu mata saja, objek atau cahaya terlihat seperti ganda / double.
4. Dibutuhkan pencahayaan yang cukup terang untuk dapat membaca dan melihat
5. Lensa mata dirasakan seperti buram atau seperti kaca susu

Katarak tidak hanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut saja, katarak juga dapat mengidap pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil. Penyebabnya ialah :
1. Faktor keturunan
2. Cacat bawaan sejak lahir.
3. Masalah kesehatan, misalnya teridentifikasi penyakit diabetes.
4. Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.
5. Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.
6. Pernah melakukan operasi mata sebelumnya
7. Pernah mengalami trauma akibat kecelakaan yang mengenai bagian sekitar mata

Pengobatan secara medis
Secara medis untuk mengobati katarak adalah dengan operasi dengan cara lapisan mata diangkat dan diganti dengan lensa mata yang baru ( buatan / lensa intraokuler ). Namun operasi tersebut tidak menjamin 100 % sembuh. Adapula operasi dengan menggunakan sinar laser. Semua cara pengobatan atau langkah dengan operasi semua bergantung pada kemampuan ekonomi pasien itu sendiri, karena operasi mata katarak ini membutuhkan biaya yang cukup banyak dan mahal. Biaya yang dibutuhkan untuk sekali melakukan operasi mata katarak saat ini adalah Rp. 5.000.000 untuk 1 mata, jika di tahun sebelumnya sebesar Rp. 3.750.000 dan ditambah dengan biaya pembelian obat yang harus diminum rutin serta pemeriksaan kembali pasca operasi, tentunya hal ini menjadi pertimbangan yang cukup berat bagi penderita katarak yang tidak mampu melakukan pengobatan terbaik. Tak ayal di Indonesia penderita katarak semakin meningkat sekitar 240.000 jiwa per tahunnya, salah satunya faktor biaya tersebut serta perawatan ekstra yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Selain itu pasien yang telah melakukan operasi mata katarak, harus menggunakan kacamata pelindung mata diganti dengan menggunakan kacamata hitam dari plastik setelah 2-3 selesai operasi, kacamata tersebut dikenakan ketika anda hendak tidur. Masa perawatan untuk pemulihan kembali mata pasca operasi membutuhkan waktu paling lama 1 – 1,5 bulan dan paling singkat adalah 1 minggu. Namun semua itu tergantung pada kondisi katarak dan jenis operasi yang dilakukan, tentunya semua itu dibutuhkan kedisplinan dan kesabaran dalam masa perawatan jika ingin mendapatkan hasil yang diinginkan.


Jenis – Jenis Mata Katarak

Berikut ini adalah jenis-jenis katarak yang dapat dijadikan penyebab :
1. Katarak kongenital
yakni katarak yang terjadi karena bawaan dari lahir yang terkait infeksi selama masa kehamilan atau gangguan ketika masa pembentukan janin di dalam rahim yang disebabkan oleh sang ibu yang kurang asupan nutrisi, vitamin yang cukup ketika mengandung.
2. Katarak senilis
yakni katarak yang banyak terjadi dan ditemui ketika seseorang dalam lanjut usia akibat proses penuaan
3. Katarak komplikata
yakni katarak yang terjadi akibat komplikasi dari penyakit infeksi mata, hipertensi, diabetes, penyakit kronis, kebiasaan buruk karena merokok, kekurangan vitamin dan nutrisi.
4. Katarak traumatika
yakni katarak yang terjadi akibat benturan fisik akibat benda tumpul atau mengalami suatu kecelakaan yang mengenai mata atau bagian wajah disekitar mata.
5. Katarak sekunder
yakni katarak yang mungkin terjadi karena pernah melakukan operasi yang kurang bersih.

SEGERA..>>>>>>    HARI SABTU, TGL 23 MARET 2013
PUSKESMAS KARANGREJO - TULUNGAGUNG
akan mengadakan :
OPERASI KATARAK
kerjasama dengan PERDAMI CABANG JAWA TIMUR

Selasa, 19 Maret 2013

Pemicuan STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. STBM menjadi acuan nasional untuk program sanitasi berbasis masyarakat sejak lahirnya Kepmenkes No 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis masyarakat.

STBM memiliki 6 (enam) strategi nasional, yaitu:

        1. Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment)
        2. Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation)
        3. Peningkatan penyediaan sanitasi (supply improvement)
        4. Pengelolaan pengetahuan (knowledge management)
        5. Pembiayaan
        6. Pemantauan dan evaluasi

Keunggulan program :

  1. Satu-satunya program yang mengusung non subsidi untuk pembangunan sarana jamban tingkat rumah tangga.
  2. STBM adalah satu-satunya program sanitasi yang menyasar langsung ke tingkat rumah tangga.
  3. STBM berfokus pada perubahan perilaku, bukan pembangunan sarana.
Pada tanggal 19 Maret 2013 Puskesmas Karangrejo melakukan Pemicuan STBM di Desa Sukodono yang bertempat di rumah salah satu perangkat desa, yang dihadiri sekitar 30 warga. Dengan gaya ala lesehan, dan bahasa yang ringan serta diselingi banyola...menambah suasana pemicuan semakin erat dan akrab dengan warga, sehingga dengan sendirinya warga tanpa malu-malu dan tanpa di diminta, mengutarakan dan menyampaikan mengenai BAB dan akan  MEMBUAT JAMBAN sendiri..... dan berkomitmen TIDAK LAGI membuang "tabungannya" di sungai atau sawah....
Sebagai fasilitatornya adalah Kepala Puskesmas Karangrejo, Petugas Kesling dan Bidan Desa setempat...




















Sabtu, 16 Maret 2013

SAFARI OPERASI KATARAK KERJA SAMA DENGAN PERDAMI CABANG JAWA TIMUR

Pada tanggal 16 Maret 2012, Puskesmas Karangrejo bekerjaama dengan Perdami Cab Jawa Timur mengadakan Safari Operasi Katarak. Sebelum Operasi Katarak dilakukan, maka diadakan terlebih dahulu pelaksanaan Screening/penjaringan terhadap penderita gangguan penglihatan mata.
Tujuan yang dicapai dalam Safari Operasi Katarak tak lain adalah untuk menurunkan gangguan penglihatan dan meminimalkan angka kasus Katarak yang ada di masyarakat Tulungagung dan sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang kurang mampu.
Animo masyarakat terhadap Safari ini sangat besar dan antusius sekali, hal ini terlihat ada sekitar 300-an penderita yang dilakukan screening serta terjaring 100-an masuk katagori katarak yang siap untuk Operasi Katarak, yang akan dilaksanakan besok pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2012 di Puskesmas Karangrejo.