Selasa, 19 Maret 2013

Pemicuan STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. STBM menjadi acuan nasional untuk program sanitasi berbasis masyarakat sejak lahirnya Kepmenkes No 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis masyarakat.

STBM memiliki 6 (enam) strategi nasional, yaitu:

        1. Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment)
        2. Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation)
        3. Peningkatan penyediaan sanitasi (supply improvement)
        4. Pengelolaan pengetahuan (knowledge management)
        5. Pembiayaan
        6. Pemantauan dan evaluasi

Keunggulan program :

  1. Satu-satunya program yang mengusung non subsidi untuk pembangunan sarana jamban tingkat rumah tangga.
  2. STBM adalah satu-satunya program sanitasi yang menyasar langsung ke tingkat rumah tangga.
  3. STBM berfokus pada perubahan perilaku, bukan pembangunan sarana.
Pada tanggal 19 Maret 2013 Puskesmas Karangrejo melakukan Pemicuan STBM di Desa Sukodono yang bertempat di rumah salah satu perangkat desa, yang dihadiri sekitar 30 warga. Dengan gaya ala lesehan, dan bahasa yang ringan serta diselingi banyola...menambah suasana pemicuan semakin erat dan akrab dengan warga, sehingga dengan sendirinya warga tanpa malu-malu dan tanpa di diminta, mengutarakan dan menyampaikan mengenai BAB dan akan  MEMBUAT JAMBAN sendiri..... dan berkomitmen TIDAK LAGI membuang "tabungannya" di sungai atau sawah....
Sebagai fasilitatornya adalah Kepala Puskesmas Karangrejo, Petugas Kesling dan Bidan Desa setempat...




















Sabtu, 16 Maret 2013

SAFARI OPERASI KATARAK KERJA SAMA DENGAN PERDAMI CABANG JAWA TIMUR

Pada tanggal 16 Maret 2012, Puskesmas Karangrejo bekerjaama dengan Perdami Cab Jawa Timur mengadakan Safari Operasi Katarak. Sebelum Operasi Katarak dilakukan, maka diadakan terlebih dahulu pelaksanaan Screening/penjaringan terhadap penderita gangguan penglihatan mata.
Tujuan yang dicapai dalam Safari Operasi Katarak tak lain adalah untuk menurunkan gangguan penglihatan dan meminimalkan angka kasus Katarak yang ada di masyarakat Tulungagung dan sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang kurang mampu.
Animo masyarakat terhadap Safari ini sangat besar dan antusius sekali, hal ini terlihat ada sekitar 300-an penderita yang dilakukan screening serta terjaring 100-an masuk katagori katarak yang siap untuk Operasi Katarak, yang akan dilaksanakan besok pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2012 di Puskesmas Karangrejo.






Jumat, 28 Desember 2012

Pendistribusian Kartu Jamkesmas

Kartu Jamkesmas Baru

Pada tanggal 20 Desember 2012, Puskesmas Karangrejo telah menerima alokasi pendistribusian kartu Jamkesmas sebanyak 11.655 kartu yang akan di alokasikan pada 13 Desa dengan rincian masing-masing :

No        Desa             Jumlah Kartu

 1.      Bungur                   2.180
 2.      Babadan                1.222          
 3.      Sukowiyono          1.047
 4.      Sembon                   353
 5.      Sukowidodo            536


 6.      Tanjungsari            1.290
 7.      Gedangan                446
 8.      Sukodono                471
 9.      Karangrejo               299
10.     Punjul                    1.345
11.     Sukorejo                  506
12.     Tulungrejo                867
13.     Jeli                        1.093        

Diharapkan dalam pendistribusian kartu  Jamkesmas ini bisa membantu masyarakat miskin dalam memanfaatkan layanana kesehatan yang diperoleh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pada akhir bulan Desember 2012, kartu tersebut harus sudah diterimakan pada peserta Jamkesmas.
Kartu tersebut bisa digunakan per Januari 2013 sambil menunggu instruksi dari Gubernur.


Minggu, 23 Desember 2012

ITIK MATI MENDADAK

Pada tanggal 16 Desember 2012 di Desa Bungur Kecamatan Karangrejo dilaporkan adanya banyak itik/bebek yang mati secara mendadak sekitar 960 ekor, hal ini para peternak itik menjadi was-was karena tanpa ditandai sebab yang jelas itik/bebeknya cepat matinya dan menjalar ke itik lainnya.
Hal ini telah diketahui dinas terkait (peternakan dan kesehatan), dan melakukan langkah-langkah penanggulangan dan pencegahan agar tidak menular ke peternak lainnya, serta antisipasi pada warga yang lain agar tidak cemas dan kawatir.


     


Pada tanggal 19 Desember 2012 melakukan penyuluhan terhadap peternak yang ada di desa Bungur, dan diikuti sekitar 25 orang peternak. Narasumber dari Dinas Peternakan Kab Tulungagung, Dinas Kesehatan, Kab. Tulungagung dan Puskesmas Karangrejo.