Senin, 28 Oktober 2013

Tanaman Obat Keluarga (TOGA)





TOGA singkatan dari Tanaman Obat Keluarga, yaitu berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan di halaman atau pekarangan rumah atau di kebun, yang bermanfaat dan berkhasiat sebagai obat atau sebagai apotik hidup bagi keluarga.
Syarat penentuan jenis tanaman obat yang akan dibudidayakan :
a. Tanaman itu tidak memerlukan perawatan khusus
b. Tidak mudah terserang hama dan penyakit
c. Bibitnya mudah didapat
d. Termasuk dalam kelompok yang mudah tumbuh
e. Tidak termasuk jenis tanaman yang berbahaya
Manfaat TOGA :
a. Sarana pelayanan kesehatan keluarga yang relatif murah, aman dan bermanfaat
b. Memperindah lingkungan halaman rumah
c. Hobi dan dapat menghilangkan stres.

2. Berbagai macam tanaman toga dan komponen penyusunnya serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia

Rabu, 16 Oktober 2013

Kunjungan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cab Tulungagung

Masalah utama dalam penanggulangan kanker adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kanker dan kesadaran masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker serta melakukan deteksi dini kanker. Akibatnya sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi, sehingga memberikan beban yang besar bagi pasien kanker dan keluarganya.
Berdasarkan kepedulian dan keprihatinan terhadap semakin banyaknya penderita kanker, rendahnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini serta tingginya angka kematian penderita akibat datang berobat pada stadium lanjut, 17 tokoh masyarakat dan pemerhati kesehatan terpanggil untuk mendirikan Yayasan Lembaga Kanker Indonesia (YLKI) pada tanggal 17 April 1977. Pendiri YLKI tersebut antara lain:

Selasa, 15 Oktober 2013

Keluarga Besar Puskesmas Karangrejo mengucapkan :

SELAMAT IDUL ADHA 1434 H.

Mohon Maaf Lahir dan Bathin



Pada hari Idul Adha tahun 2013, Puskesmas Karangrejo berqurban se-ekor Sapi, dan telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana untuk qurban.
Dalam kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya, dan tahun ini, Alhamdulillah bisa berqurban se ekor Sapi, yang sebelumnya tahun-tahun kemarin beberapa kambing. Ini semua berkat partisipasi dan kerjasama seluruh karyawan Puskesmas Karangrejo....
Daging qurban dibagikan pada yang berhak menerimanya dan disalurkan di lingkungan kantor dan sekitarnya, serta beberapa karyawan-karyawan Puskesmas Karangrejo.
Semoga dengan ber-qurban, kita dapat meningkatkan ke-taqwaan dan ke-imanan kepada Allah SWT serta memupuk rasa kebersamaan sesama muslim dan sekitarnya. Amien...








Selesai pembagian daging qurban, dilanjutkan dengan makan bersama dan...untuk melepas capai, berkaraoke bersama sambil bergoyang ria....






Minggu, 06 Oktober 2013

PRINSIP DASAR KEGAWATDARURATAN

1. Prinsip Keperawatan Gawat Darurat
Prinsip pada penanganan penderita gawat darurat harus cepat dan tepat serta harus dilakukan segera oleh setiap orang yang pertama menemukan/mengetahui (orang awam, perawat, para medis, dokter), baik didalam maupun diluar rumah sakit karena kejadian ini dapat terjadi setiap saat dan menimpa siapa saja.
Kondisi gawat darurat dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Kumpulan materi mata kuliah Gadar:2005):

 a. Gawat darurat
    Suatu kondisi dimana dapat mengancam nyawa apabila tidak mendapatkan pertolongan secepatnya. 
    Contoh : gawat nafas, gawat jantung, kejang, koma, trauma kepala dengan penurunan kesadaran

b. Gawat tidak darurat
    Suatu keadaan dimana pasien berada dalam kondisi gawat tetapi tidak memerlukan tindakan yang darurat.
    Contoh : darurat  : kanker stadium lanjut